5 Agustus 2026 - 20:41
Aktivis Maroko dalam Konferensi Virtual “Al-Aqsa Memanggil Kita” Tegaskan Penolakan Normalisasi dan Dukungan untuk Gaza

Sejumlah ulama, cendekiawan, tokoh politik, dan aktivis HAM Maroko dalam sebuah konferensi virtual bertema “Bab al-Magharibah Memanggil Kalian” mengecam tindakan rezim Zionis di Gaza, Tepi Barat, dan Masjid al-Aqsa. Mereka menyerukan perluasan dukungan untuk Palestina, perlawanan terhadap normalisasi hubungan dengan rezim Zionis, serta peningkatan kampanye boikot terhadap pihak-pihak pendukung rezim tersebut.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Sejumlah ulama, cendekiawan, tokoh politik, dan aktivis HAM Maroko dalam sebuah konferensi virtual bertema “Bab al-Magharibah Memanggil Kalian” mengecam tindakan rezim Zionis di Gaza, Tepi Barat, dan Masjid al-Aqsa. Mereka menyerukan perluasan dukungan untuk Palestina, perlawanan terhadap normalisasi hubungan dengan rezim Zionis, serta peningkatan kampanye boikot terhadap pihak-pihak pendukung rezim tersebut.  Konferensi ini digelar atas inisiatif bersama “Komite Al-Quds dan Palestina” yang berafiliasi dengan Persatuan Ulama Muslim Internasional dan “Kelompok Aksi Nasional untuk Palestina”.

Para peserta menyoroti meningkatnya serangan terhadap Masjid al-Aqsa, bertambahnya aksi penyerbuan para pemukim Zionis, kebijakan yahudisasi Al-Quds, perluasan pembangunan permukiman di Tepi Barat, serta berlanjutnya blokade dan perang di Gaza.

Mereka memperingatkan apa yang disebut sebagai “kejahatan berkelanjutan rezim Zionis” dan menekankan pentingnya memperkuat solidaritas rakyat serta dukungan politik bagi bangsa Palestina.

Dalam pertemuan tersebut, Aziz Hanawi, Sekretaris Jenderal Kelompok Aksi Nasional untuk Palestina, menyebut Palestina sebagai “poros perjuangan kebebasan dan kehormatan umat Islam”. Ia juga menegaskan pentingnya melanjutkan dukungan terhadap perlawanan Palestina.

Selain itu, Ahmed Wihman, Ketua Observatorium Maroko untuk Melawan Normalisasi, menyatakan bahwa proses normalisasi dengan rezim Zionis telah membuka jalan bagi penetrasi rezim tersebut ke berbagai struktur di Maroko. Ia menyerukan masyarakat Maroko untuk berupaya menghentikan proses tersebut.

Pernyataan akhir konferensi ini memuat sejumlah rekomendasi. Di antara yang paling penting adalah seruan untuk menutup kantor-kantor hubungan antara Maroko dan rezim Zionis, memutus hubungan sepenuhnya, memperluas boikot ekonomi dan perdagangan terhadap perusahaan-perusahaan pendukung rezim tersebut, menempuh jalur hukum terhadap para pejabat Israel atas tuduhan kejahatan perang dan genosida, serta berupaya mematahkan blokade Gaza dan mendukung para tahanan Palestina.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha